Grow With Ati

Difficult Conversation – Percakapan Sulit

Dalam kehidupan manusia, komunikasi menjadi salah satu hal yang ada di dalam kehidupan sehari-hari, baik kehidupan personal maupun professional. Proses komunikasi yang terjalin sering sekali menjadi hal yang sulit terutama saat proses komunikasi yang akan terjadi adalah sesuatu yang membawa berita tidak menyenangkan. Dalam artikel ini yang akan dibahas lebih banyak adalah difficult conversation di dalam dunia professional. Dalam dunia non-profesional tentunya jenis percakapan seperti ini juga dapat terjadi, tetapi resiko yang terdampak mungkin tidak sebesar yang terjadi dalam dunia professional.

Di dunia kerja ada beberapa jenis pembicaraan yang sulit dihindari seperti menyampaikan berita mengenai performa yang perlu di lakukan perbaikan, menyampaikan keterlambatan pengiriman pesanan kepada klien, dan (yang paling sering dihindari) adalah komunikasi pemecatan karyawan, dan masih banyak yang lain. Dalam situasi sulit seperti sekarang maka kondisi seperti kesulitan bisnis atau kesulitan mempertahankan perusahaan menjadi salah satu jenis komunikasi yang mengalami peningkatan jumlah.

Alasan beberapa jenis-jenis komunikasi tertentu dianggap menjadi difficult conversation adalah karena efek dari komunikasi tersebut. Dari beberapa jenis komunikasi dampak nya akan membuat orang tidak nyaman. Reaksi seseorang saat melakukan komunikasi yang bukan membuat gembira, menjadi sesuatu yang tidak dapat diprediksi seperti marah, sedih atau reaksi yang membuat si lawan bicara menjadi tidak nyaman. Reaksi yang tidak dapat diprediksi ini menjadi alasan bagi kebanyakan orang lebih sering menghindari kondisi difficult conversation ini.

Dari reaksi yang tidak dapat diprediksi ini membuat orang mempunyai 2 pilihan yaitu :

Sebelum melakukan proses difficult conversation, ada beberapa hal yang harus disadari atau di persiapkan yaitu:

Dalam buku “Difficult Conversations: How to Discuss What Matters Most” yang ditulis oleh Douglas Stone, Bruce Patton & Sheila Heen dinyatakan bahwa difficult conversation sebenarnya terdiri dari 3 percakapan yaitu:

Seberapapun tingkat kemampuan kita untuk berkomunkasi, saat melakukan proses difficult conversation ini selalu ada tantangan yang berbeda di setiap komunikasi, tidak pernah terjadi proses yang sama, karena ini melibatkan faktor manusia yang mempunyai perasaaan dan terkadang ada faktor-faktor di balik kehidupan setiap individu yang tidak dapat kita tebak atau prediksi.

Dalam salah satu percakapan seperti ini yang pernah saya alami adalah ternyata ada kebahagiaan dari sang lawan bicara, sehingga memudahkan pembicaraan. Sesuatu yang diluar dugaan karena awalnya mempunyai scenario yang berbeda. Tetapi dalam diskusi yang berbeda yang diprediksi adalah pembicaraan yang mudah, ternyata menjadi berkepanjangan karena ada faktor lain yang tidak di ketahui saat awal.

Menjadi sangat penting untuk bisa mempunyai sebanyaknya informasi mengenai lawan bicara supaya bisa meminimalkan faktor resiko. Semua pembicaraan seperti ini ada faktor resiko nya. Yang diperlukan adalah bagaimana antisipasi semua faktor yang kemungkinan terjadi. Dan bersiap terhadap kejutan yang mungkin akan hadir.

Kiat-kiat menghadapi proses difficult conversation ini adalah:

Harus selalu diingat adalah apapun persiapan yang dilakukan, kita tetap harus bersiap pada resiko yang timbul karena ini adalah faktor komunikasi dua arah dan kita tidak pernah bisa mengubah jalan pikiran seseorang ataupun perasaan seseorang. Yang dapat kita persiapkan adalah menyiapkan diri secara mental pada hasil apapun yang didapatkan.

“DIFFICULT CONVERSATION will make you GROW, as every DISCUSSION will GIVE you DIFFERENT EXPERIENCE” – Sugiarti Rosbak

Exit mobile version