Start With Heart

Saat kita memulai sesuatu kegiatan baru, baik pekerjaan, aktivitas, hubungan ataupun mempelajari sesuatu yang baru maka terkadang kita mengalami kesulitan untuk menyelesaikannya. Terutama kalau itu adalah sesuatu yang membutuhkan proses panjang dan ketekunan. Salah satu contoh saat kita ingin membaca suatu buku dan buku tersebut tebal maka terkadang kita sudah menyatakan tidak akan selesai membacanya karena terlalu tebal untuk kita.

Kegiatan yang sulit tersebut biasanya akan kita memaksa diri untuk dilakukan saat kita mempunyai kewajiban. Seperti saat sekolah atau kuliah dimana buku pelajaran akan dijalankan oleh kita memaksa diri untuk membacanya karena kita mengetahui bahwa ini diperlukan untuk ujian. Sebenarnya ujian itu apa yang artinya bagi diri kita? Ujian bagi seseorang yang masih menuntut ilmu artinya adalah kehidupan masa depan. Ujian adalah kunci sukses untuk menuju perjalanan berikutnya. Sehingga bagi mereka ini adalah sesuatu yang harus dilakukan karena ingin sukses di masa depan.

Dari kejadian tersebut dapat terlihat bahwa semua orang ingin meraih kesuksesan. Tidak ada orang yang ingin gagal dalam kehidupannya baik personal maupun professional. Tetapi yang membedakan adalah proses menuju kesuksesan sehingga ada orang yang sukses dan ada orang yang gagal. Banyak orang yang melihat hanya hasil sukses tanpa sadar bahwa ada proses yang dilalui oleh para orang sukses tersebut.

Bagaimana kita bisa melalui proses panjang untuk menuju sukses maka yang harus dilakukan? Maka yang harus dilakukan saat awal kita sudah set mental diri kita untuk memulai proses tersebut. Salah satu yang harus di identifikasi adalah apa yang menjadi pendorong utama kita untuk melakukan hal tersebut. Apa keinginan terdalam kita melakukan hal tersebut? Bagaimana cara kita melakukan proses identifikasi tersebut?

Tips nya adalah lakukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri dengan kata “Mengapa” “Apa” dan “Siapa”. Salah satu contoh pertanyaannya adalah :

“Mengapa hal ini penting?”

“Apa yang akan saya dapatkan dari ini?”

“Siapa yang akan mendapatkan keuntungan?”

“Untuk siapa saya melakukan hal ini?”

Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut maka kita akan menemukan dalam diri dan hati kita apa yang menjadi motivasi diri kita melakukan dan saat kita memulai proses perjalanan itu kita akan ingat kembali kepada pertanyaan dan jawaban tersebut yang memacu diri kita untuk bisa terus maju melangkah.

Dan pertanyaan-pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang menggali mental diri kita untuk sadar apa yang ada di dalam hati kita saat kita memulainya. Saat kita sudah menemukan semua jawaban maka tentukanlah apakah kita perlu memulai langkah atau lebih baik tidak memulai nya karena akan berhenti di tengah jalan dan tidak mencapai kesuksesan yang ingin dicapai.

Saat kita memulai sesuatu dengan “START WITH HEART” maka langkah yang akan dijalankan menjadi ringan untuk menuju tujuan dan siap menghadapi semua tantangan yang ada di depan.

Similar Posts

  • Kelola Reaksi Marah

    Akhir-akhir ini di social media dan berita bersliweran berita-berita mengenai kemarahan seseorang yang berujung dengan menyakiti orang lain. Memicu untuk refleksi diri bagaimana mengelola emosi sendiri. Karena sebenarnya kemarahan adalah bagian pengelolaan emosi seseorang. Dan jadi sadar bahwa saat ini karena kemudahan akses dari social media, terkadang menjadi pemicu emosi seseorang, yang mungkin malah tidak…

  • Mengelola waktu dengan FOKUS

    Membaca buku yang berjudul Lagom karangan Lola A. Akerstrom mengenai Rahasia Hidup Bahagia orang Swedia. Bagi para masyarakat Swedia, pepatahnya adalah “Not too little not too much”. Buat mereka semua hal dalam kehidupan yang penting cukup bukan terlalu sedikit atau terlalu banyak. Dengan mempunyai rasa kecukupan ini maka seseorang akan bisa hidup berbahagia karena ada…

  • |

    Win the Goal

    Mencapai suatu tujuan membutuhkan perjuangan salah satunya disiplin yang besar dan pastinya memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Terkadang kita tidak menyadari bahwa kita punya kekuatan dalam diri dan sekitar. Sebagai seorang manusia kita lebih sering fokus kepada masalah yang ada, dan bukan pada kekuatan. Sesi Group Coaching bersama salah satu MLM yang berisi ibu-ibu yang…

  • MERDEKA untuk MEMILIH

    77 tahun umur kemerdekaan Indonesia di tahun ini. Setelah 2 tahun perayaannya tidak diadakan di kompleks, kampung dan lain-lain, sekarang sudah merdeka untuk mengadakan acara. Dengan jaman social media seperti sekarang, semua ucapan dan foto juga bertebaran di social media. Saya sempat melakukan perjalanan darat ke Jawa Tengah di minggu lalu dan melihat kemeriahan di setiap kampung atau desa yang dilalui. Selain bendera, juga terlihat spanduk dan dekorasi-dekorasi menarik. Tetapi muncul pertanyaan di dalam diri, yaitu sebenarnya apaarti Merdeka? Buat saya sendiri, merdeka dimaknai dengan seseorang memiliki kemerdekaan untuk memilih. Life is about Choice kata orang, dan makna nya adalah setiap individu bisa memilih apapundalam kehidupannya. Bagi beberapa orang, sering berkata kepada saya “saya tidak punya pilihan, saya harus melakukan A atau B”. Apabila seseorang berada pada posisi “HARUS MELAKUKAN” maka yang lebih penting adalah memilih bagaimana menghadapi keadaan tersebut. Apakah memilih untuk menyalahkan keadaan atau seseorang yang memaksa dia melakukan hal tersebut ATAU melakukan kegiatan tersebut dengan berpikir bagaimana akan memberikan yang terbaik. Bagi kebanyakan orang, lebih mudah untuk mencari kambinghitam dengan menyatakan bahwa “saya korban keadaan”. Saya ingat dahulu pernah mempunyai seorang atasan yang sangat “workaholic” dan tuntutan sebagai atasan sangat banyak. Saatitu posisi saya masih sebagai seorang sekretaris satu divisi, dan tanggung jawab saya membantu beberapa orang sekaligus selainatasan saya. Saya di pindahkan menjadi sekretaris beliau, karena beberapa sekretaris pendahulu saya merasa tidak sanggup sebagai sekretarisnya. Saat pertama-tama saya menjadi sekretarisnya tentunya juga kaget waktu menyadari beban pekerjaan dan dalam beberapa kesempatan saya harus pulang di atas jam 20.00 sementara untuk sampai ke rumah membutuhkanwaktu lebih dari 1 jam menggunakan kendaraan umum. Tetapi saat itu saya ingat sempat berdiskusi dengan almarhumah ibu saya, dan beliau menyatakan seperti ini “kamu punya pilihan untuk terus menggerutu dan akhirnya tidak akan membuat pekerjaan kamu berkurang atau kamu jalani prosesnya dan ambil pelajarannya”. Dan itu membuat saya jadi berpikir yang berakhir dengan saya menikmati saja proses pekerjaan tersebut. Dan sekarang saya merasakan hikmahnya terutama setelah saya bekerja sebagai seorang Freelancer. Banyak pengetahuan dan cara kerja yang saya lakukan dulu terpakai saat ini. Cerita di atas memperlihatkan bahwa kadang seseorang punya kemerdekaan untuk memilih, hanya tinggal orang tersebut yang menentukan apakah kemerdekaan pilihan itu akan digunakan atau tidak. Ini juga menjadi salah satu point dari Fish Philosophy kalau Anda pernah mendengar. Saya mengenal…

  • Berlatih Membangun Disiplin Diri

    Bulan Ramadhan telah tiba dan umat Muslim melakukan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Apakah disadari bahwa sebenarnya bulan Ramadhan bukan hanya bulan untuk melatih kita menahan keinginan untuk makan, minum, amarah dan lain-lain? Tetapi sebenarnya adalah bulan untuk melatih umat manusia juga untuk belajar disiplin, terutama disiplin diri. Sering kah mendengar orang berbicara, “saya…

  • Self-talk menentukan karir

    Pernahkah Anda melakukan self-talk saat sedang berpikir untuk menentukan karir Anda di masa depan? Mungkin bagi sebagian orang terdengar aneh, masa suruh ngomong sama diri sendiri? Nanti saya disangka sakit. Padahal sebenarnya setiap hari kita melakukan self-talk lho. Kita berpikir dan menimbang sesuatu sebenarnya itu kita sedang melakukan self-talk tapi yang tidak kita sadari. Bagi…